Sekolah MULO dalam Perkembangan Sejarah Salatiga

RP. xxx.xxx
Penulis: Warin Darsono dan Ngadiman, M.Or. 

ISBN: Menunggu pengajuan

Dimensi: 20 x 20 cm

Jumlah halaman: 170 hlm

Kota Salatiga yang menyimpan banyak sejarah panjang rupanya cukup menarik untuk dikaji. Mulai dari zaman prasejarah, masa klasik, hingga periode Islam/kolonial serta post kolonial rupanya masih memiliki banyak misteri yang belum terungkap. Hal ini tentunya memperkaya khazanah tentang literatur sejarah serta budaya yang terdapat di kota berhawa sejuk ini. Selama ini, kita tahu bahwa Salatiga memiliki satu julukan pada masa kolonial “de Schoonste Stad van Midden Java”. Artinya kurang lebih Kota Terindah di Jawa Tengah. Namun sungguh mengejutkan, ternyata penulis menemukan bahwa ada beberapa julukan yang disandang Salatiga pada masa Hinda Belanda. Lika-liku perjalanan sejarah yang panjang membuat Salatiga memiliki nilai kebudayaan yang tentunya berbeda dengan daerah lainnya.

Hawa sejuk di Salatiga serta pemandangan indahnya mendorong masyarakat untuk tinggal dan menetap. Hal ini bahkan sudah dimulai sejak berabad-abad yang lalu. Masih banyak bangunan-bangunan peninggalan masa Hindia Belanda menjadi bukti sejarah bahwa kota ini sudah cukup maju dan tertata pada masa lalu. Selain gedung milik pemerintah, ada pula rumah pribadi, rumah ibadah, gedung milik militer, serta sekolah-sekolah yang masih mempertahankan keaslian bangunannya. Salah satunya yaitu SMP Negeri 1 Salatiga yang dahulu merupakan Openbare MULO School.

MULO merupakan singkatan dari Meer Uitgebreid Lager Onderwijs. Sebuah lembaga sekolah di masa Hindia Belanda yang saat ini setara dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Perjuangan dan semangat pantang menyerah dalam upaya terwujudnya sekolah MULO ini sungguh luar biasa besarnya. Pada masa pendudukan Jepang, hampir seluruh sekolah ditutup. Tak terkcuali gedung sekolah MULO ini hingga kemudian dipakai oleh tentara Belanda sebagai barak bagi pasukan elit mereka. Selepas masa perjuangan, banyak gedung-gedung yang tidak selamat dari perubahan bahkan penghancuran untuk dibangun gedung-gedung baru.

Sekolah MULO yang kemudian berubah menjadi SMP Negeri 1 Salatiga, berhasil mempertahankan keaslian gedungnya dan menyimpan banyak informasi, tidak hanya sejarah namun juga arsitektur khas peninggalan masa kolonial Belanda. Keaslian bangunan yang masih terjaga dan terawat dengan sangat baik mengantarkan gedung sekolah ini mendapatkan predikat sebagai Bangunan Cagar Budaya Kota Salatiga kelas I yang hanya terdapat dua gedung saja di Kota Salatiga dengan peringkat tersebut. Tidaklah mengherankan mengingan begitu pentingnya sekolah ini bagi perkembangan sejarah Kota Salatiga.